Bagaimana sabu mempengaruhi seseorang? Ada 7 tahap reaksi sebagai berikut:
1. Rush : reaksi pertama saat hisap sabu, detak jantung yang cepat dan melonjaknya metabolisme, tekanan darah dan denyut nadi. Dampak selama 30 menit
2. High : mereka merasa lebih cerdik, senang berdebat, sering memotong kalimat orang dan selesaikan kalimat mereka. Dampak khayalan sering terjadi selama 4-16 jam
3. Binge : penggunaan tak terkendali. Karena dorongan untuk selalu high. Bisa selama 3-15 hari. Penyalahguna menjadi hiperaktif secara mental dan fisik
4. Tweaking : akhir dari binge, saat zat tak bisa lagi membuat rush, high. Perasaan sedih, kosong, sangat butuh. Tak bisa tidur beberapa hari. Terjadi halusinasi
5. Crash : bagi penyalahguna tingkat binge, crash terjadi saat tubuh pingsan. Ia tidak lagi mengatasi efek apapun, sehingga tidur lama. Crash bias selama 1-3 hari
6. Hangover : setelah crash, pengguna kembali dalam kondisi memburuk, kelaparan, dehidrasi, sangat lelah secara fisik, mental, perasaan. Bisa selama 2-14 hari. Keadaan hangover menguatkan perilaku adiksi/kecanduan sabu karena merasa menggunakan sabu dpt atasi permasalahan
7. Gejala putus obat : sering terjadi selama 30-90 hari sesudah penggunaan terakhir. Ada rasa rindu dengan sabu. Kadang membuat depresif, kehilangan tenaga dan rasa senang.
Efek jangka panjang juga sangat merusak baik sisi fisik maupun psikologis. Cara paling tepat biar tidak terjerat sabu ya, jangan pernah tergoda rayuan siapapun untuk mencobanya. Even hanya sekali. U never know after that. Jika yang sudah terjerat sabu, jika belum bisa lepas, jangan sungkan cari pusat rehabilitasi, dokter. Terapi farmakologis, komunitas, hypno, NLP, akupuntur bisa membantu. Ingin punya efek positif sabu tanpa nyabu?, bersyukur tiap saat, berbagi senyum dengan ikhlas, sedekah, dekat denganNya, bahagia tanpa syarat.
Sumber: @dr_irzan (dr. Irzan Nurman)
No comments:
Post a Comment